Belajar sejak TK, Tertarik Bahasa Inggris karena Film Hollywood

http://radarmalang.co.id/

Roni Ramanda, Siswa SMK Cendika Bangsa yang Jago Bercerita dalam Bahasa Inggris
Tak semua orang pandai mendongeng, apalagi dalam bahasa Inggris. Dari yang sedikit itu, salah satunya adalah Roni Ramanda, siswa kelas XI SMK Bina Bangsa, Kepanjen. Sejak SMP, dia telah akrab dengan perlombaan story telling.
DAVIQ UMAR AL FARUQ
”Once upon a time, deep in a jungle, a mouse deer was humming to himself while he was munching some succulent fruits. He was really happy because there were a lot of gooseberries. He loved gooseberries. It was one of his favourite fruits next to rambutan and pink guava. Too absorbed was he munching the gooseberries that he did not realise that his antics were being observed by the dreaded Tiger.”
Sepenggal dongeng berbahasa Inggris berjudul Tiger and Mouse Deer itu dibawakan Roni Ramanda dengan jenaka. Sambil berlari kecil seperti sang kancil, mengalirlah cerita itu dari mulutnya. Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, kira-kira begini; ”Pada suatu hari, jauh di dalam hutan, kancil bersenandung sendirian sambil mengunyah beberapa buah-buahan segar. Dia benar-benar senang karena ada banyak buah beri. Dia sangat suka dengan buah beri. Buah tu adalah salah satu buah favoritnya selain rambutan dan jambu merah. Karena terlalu asik mengunyah buah beri-beri ia tidak menyadari bahwa dia sedang diamati oleh harimau yang menakutkan. ”Dongeng tentang harimau dan kancil itu saya bawakan pas lomba story telling tingkat SMA se-Malang Raya di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) awal 2016 lalu,” beber Roni ketika ditemui Koran ini di sekolahnya, kemarin (11/8).
Pada perlombaan yang diadakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan pendidikan bahasa Inggris itu, Roni berhasil menyabet juara 1. Dan itu menjadi prestasi terbarunya dibidang story telling. Jika dihitung, pemuda 17 tahun tersebut telah mendulang puluhan penghargaan dari lomba bercerita bahasa Inggris, mulai tingkat kota tetapi hingga nasional.
Siswa asal Desa Maguwan, Kecamatan Ngajum ini menjuarai beberapa perlombaan seperti Nasional English Festival (NEF) di Unisma (Universitas Islam Malang), Lomba Story Telling di Universitas Brawijaya dan Polinema (Politeknik Negeri Malang). ”Saya mulai ikut perlombaan sejak SMP,” ungkap dia.
Bagi Roni, bahasa Inggris adalah ’menu’ wajib yang telah dilahap sejak duduk bangku taman kanak-kanak (TK). Itu pun berangkat dari kesukaannya nonton film-film Hollywood. ”Terutama drama, kartun dan film-film action. Saya lihat kok keren cara ngomongnya, makanya saya langsung belajar,” kenang Roni.
Menurut Roni, story telling adalah menceritakan sebuah dongeng dengan menggunakan bahasa Inggris. Pada perlombaan story telling, peserta dituntut mengemas cerita semenarik mungkin agar penonton hanyut dalam suasana. ”Biasanya pakai gerakan, kostum pun harus menarik,” jelas siswa yang berada dalam bimbingan sang guru bahasa Inggris, Restu Prastiwi ini.
Dongeng favorit Roni adalah sejarah Surabaya. Dia menceritakan bahwa dongeng tersebut berawal dari perebutan makanan oleh Sura (Hiu) dan Baya/Boyo (buaya). Agar tidak berebut makanan, mereka sepakat menentukan wilayah mereka, Sura mendapatkan laut dan Baya mendapatkan darat. Namun karena keserakahan, Sura mencari makanan di daratan sehingga dia berkelahi melawan Baya. Tak berselang lama kedua hewan tersebut mati karena luka yang cukup parah dari bekas perkelahian. Penduduk sekitar menyatakan untuk memberi nama Surabaya pada daerah di sekitar tempat perkelahian antara Sura dan Baya tersebut. ”Kalo cerita fable itu fleksibel, bisa dibikin sesuka hati kita,” kata Roni.
Agar story telling tersaji dengan bagus, seseorang harus mengetahui alur ceritanya terlebih dahulu. Setelah itu, kata-kata akan lebih mudah diolah dengan sendirinya. ”Dalam lomba story telling ada babak sudden, jadi cerita baru diberi pada saat hari-H,” ucapnya. ”Sehingga mau nggak mau kita harus benar-benar memahami alur cerita dengan cepat agar bisa menceritakan dengan bagus,” sambung dia.
Atas prestasinya itu, 16 Oktober mendatang, Roni akan dikirim mengikuti pertukaran pelajar di Kanchanaphisek Technical College Mahanakorn di Bangkok, Thailand. Dia dikirim bersama temannya, Ayu Septiana yang juga siswi berprestasi di SMK Cendika Bangsa. ”Di Kabupaten Malang ada empat siswa yang diikurkan pertukaran pelajar, dari sekolah kami dua. Dua lagi dari SMK 1 Turen,” jelasnya.
Selama dua bulan, Roni akan menjalani studi di sekolah yang setara dengan D3 tersebut. Bahkan, saat ini dirinya sedang mempelajari bahasa Thailand oleh native speaker, Jaruwan Joomwang di sekolahnya. ”Saya baru dua minggu belajar bahasa Thailand, Nītnăwy (sedikit) bisalah hehe,” canda dia. (*/nen)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s