Filosofi Sunan Drajat dalam Pendidikan

setiyo budi's blog

Sunan Drajat diperkirakan lahir pada tahun 1470 masehi. Nama kecilnya adalah Raden Qasim, kemudian mendapat gelar Raden Syarifudin. Beliau adalah putra dari Sunan Ampel, dan bersaudara dengan Sunan Bonang. Ketika dewasa, Sunan Drajat mendirikan pesantren Dalem Duwur di desa Drajat, Paciran, kabupaten Lamongan.

Beliau sebagai wali penyebar Islam yang terkenal berjiwa sosial, sangat memperha­tikan nasib kaum fakir miskin. Ia terle­bih dahulu mengusahakan kesejahteraan sosial baru memberikan pemahaman tentang ajaran Islam. Motivasi lebih ditekankan pada etos kerja keras, kedermawanan untuk mengentas kemiskinan dan menciptakan kemakmuran.

Filosofi Sunan Drajat dalam pengentasan kemiskinan kini terabadikan dalam tujuh sap tangga dari tataran komplek Makam Sunan Drajat. Secara lengkap makna filosofis ke tujuh sap tangga tersebut sebagai berikut :

  1. Memangun resep teyasing Sasomo (kita selalu membuat senang hati orang lain)
  2. Jroning suko kudu eling lan waspodo (di dalam suasana riang kita harus tetap ingat dan waspada)
  3. Laksitaning subroto tan nyipto marang pringgo bayaning lampah (dalam perjalanan untuk…

View original post 481 more words

Bimtek teaching factory

Selama tiga hari, 16 s.d. 18 Mei 2016, kepala SMK CB Kepanjen bapak Rachmat Farich mengikuti bimbingan teknis pengembangan teaching factory tahun 2017. Bimtek yang bertempat di Amaris Hotel Sriwedari Solo tersebut membedah segala hal tentang teaching factory sebagai salah satu model pengembangan SMK. Diharapkan SMK penerima tefa akan mampu menghasilkan produk maupun jasa unggulan. [...]